VIVAnews - Sesuai tradisi dari tahun ke tahun, umat Kristen memperingati Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid pada hari Kamis, biasanya di bulan April. Perjamuan Terakhir, yang dikenal sebagai tradisi "Kamis Putih," diyakini berlangsung sehari sebelum "Jumat Agung," yaitu hari penyaliban Yesus.
Namun, ilmuwan dari Inggris mengungkapkan bahwa Perjamuan Terakhir itu sebenarnya berlangsung pada hari Rabu, atau sehari lebih cepat dari tradisi selama ini. Ini diduga akibat ketidakcocokan penanggalan Yahudi Kuno dengan kalender Romawi (Julian).
Hasil riset itu diungkap Profesor Colin Humphreys dari Universitas Cambridge dalam buku berjudul "The Mystery of The Last Supper," yang dikutip stasiun berita BBC, Senin 18 April 2011. Studi itu berdasarkan pada penelitian Alkitabiah, sejarah, dan astronomi untuk menyelidiki ketidakcocokan waktu Perjamuan Terakhir.
Menurut penelitiannya, Humphreys menyatakan bahwa tanggal Perjamuan Terakhir itu berlangsung... baca juga atau selengkapnya ...
Namun, ilmuwan dari Inggris mengungkapkan bahwa Perjamuan Terakhir itu sebenarnya berlangsung pada hari Rabu, atau sehari lebih cepat dari tradisi selama ini. Ini diduga akibat ketidakcocokan penanggalan Yahudi Kuno dengan kalender Romawi (Julian).
Hasil riset itu diungkap Profesor Colin Humphreys dari Universitas Cambridge dalam buku berjudul "The Mystery of The Last Supper," yang dikutip stasiun berita BBC, Senin 18 April 2011. Studi itu berdasarkan pada penelitian Alkitabiah, sejarah, dan astronomi untuk menyelidiki ketidakcocokan waktu Perjamuan Terakhir.
Menurut penelitiannya, Humphreys menyatakan bahwa tanggal Perjamuan Terakhir itu berlangsung... baca juga atau selengkapnya ...








